Senin, 05 Mei 2014

Pesona Kota Kuno Damaskus

 
 
Kota Kuno Damaskus terletak di Suriah. Di design pada tahun 1979. Walaupun Suriah sering dilanda konflik panas, namun memiliki pesona budaya yang dapat membuat kita terpana. Situs ini mempertahankan arsitektur, seni dan suasana yang menjadikan sebuah kesan pada masyarakat maupun turis yang melihat kota itu sebagai; The Ancient City of Damascus.

Bahkan di tanah yang sama kunonya dengan Timur Tengah, Kota Damascus terlihat lebih menonjol. Ditemukan pada tahn 3000 SM. Kota Damascus bersaing dengan kota oasis lainnya untuk mendapat julukan Kota tertua yang masih dihuni manusia di dunia.

Kota ini pernah berpindah 'kepemilikan' selama berabad-abad. Assyria, Persia, Yunani, Nabateans, Roma, kekhalifahan Umayyah, Seljuk Turks, Mongoloa, Ottoman, Perancis dan masih banyak lagi bangsa yang pernah menghuni kota ini. Setiap bangsa meninggalkan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan kota permadani ini-namun kemudian menghilang. Kota Damaskus sendiri meskipun berkembang pada hari ini sebagai jantung dari pemerintahan independen Suriah.

Sejarah Kota Damaskus yang hidup di kawasan bersejarah, dimana jalan-jalan sempit menembus melewati bangunan-bangunan tua, pasar yang ramai, dan situs bersejarah yang ada, semua dikelilingi oleh sisa-sisa dinding yang mewah dan gerbang yang melegenda.

Masjid Umayyah adalah masjid Islam awal yang megah dan memiliki peringkat hanya dibawah Mekah dan Madinah. Seperti layaknya Damaskus, masjid ini juga pernah menjadi tempat ibadah para orang Aram-Suriah Kuno, lalu tempat ibadah orang Roma yang memuja Jupiter, dan gereja Kristen di era Konstantinopel. Kekuasaan Arab di Damaskus secara perlahan mengendapkan pembangunan masjid, yang terjadi di awal tahn 800. Sebuah kuil dilaporkan kerumah Kepala Yohanes Pembaptis yang berada di dalam dinding masjid.

Disebelah utara gerbang utara terdapat sebuah makam dari Salah al-Din Ayyub (Saladin) pejuang yang melegenda-sultan yang mengalahkan Lion Heart di beberapa pertandingan sengit dan mengusir pasukan Lion Heart dari Yerusalem.

Sepotong sejarah modern Damaskus dapat ditemukan di Souq al-Hamidiyya, dimana sebuah jalan kuno yang dijadikan pasar tertutup selama periode akhir abad ke-19 di jaman kekuasaan Ottoman. Bazzar adalah satu-satunya dimana penjual menjajakan rempah-rempah, gula, karpet, dan semua kemewahan yang dapat diperoleh di jaman itu.

Rumah tradisional Damaskus juga sering terlihat sederhana dari jalan, tapi interior mereka, dibangun disekitar kebun halaman yang subur, harta mereka sering dipenuhi oleh barang-barang artistik dan aritektural. Beberapa contoh yang menakjubkan sering dipamerkan di depan publik, seperti dipertengahan abad ke-18 di Istana Azem, dibangun untuk gubernur Damaskus, tapi sekarang dijadikan Museum Of Arts and Popular Traditions.

Kita dapat melihat penurunan populasi di daerah kuno di Kota Damaskus selama beberapa tahun ini 
 
dikarenakan warga sedang giat mencari rumah yang lebih modern. Aktivitas ini menyebabkan beberapa rumah kosong, yang sekarang dijadikan pemerintah sebagai rencana pengembangan kembali, yang dapat mengancam beberapa sejarah asli kota itu.

Jika anda ingin bepergian kesana, Damascus International Airport berjarak sekitar 26 kilometer dari pusat kota. Kota Damaskus juga menyediakan jasa melalui rute-rute bus, baik publik maupun pribadi, dari kota lain, termasuk Beirut, Lebanon, Amman dan Jordan

Damaskus adalah kota abadi dan layak dikunjungi sepanjang tahun. Musim panas di Suriah yang panas, dan musim dingin yang lembut. Musim semi dan musim gugur adalah saat yang tepat untuk anda berkunjung. Perhatikan jadwal anda saat mengunjungi Kota Damaskus.

Menikmati kota Damaskus dapat anda nikmati dengan baik jika berjalan kaki di dalam kota itu. Terdapat banyak restoran yang menyediakan makanan khas Suriah disana. Nikmatilah waktu anda sebaik dan sesempurna mungkin saat liburan.

Damascus, Kota abadi yang menyimpan banyak pesona.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar