Laporan
terbaru dari Juniper Network menunjukkan perkembangan aplikasi jahat
lebih tinggi dari sebelumnya dan sistem operasi yang dipilih adalah
Android yakni terdapat 92 persen dari semua ancaman yang terdeteksi.
Para
pembuat malware mobile dan pabrikan smartphone tampaknya saling
berkejaran pada pengembangan software, tetapi data terbaru membuktikan
pembuat malware saat ini memimpin di depan.
Diketahui dari laporan
tahunan Mobile Threat Report milik Juniper Networks selasa kemarin,
malware ponsel tumbuh 614 persen dari periode Maret 2012 - Maret 2013
atau sama dengan 276.259 aplikasi berbahaya beredar di luar sana.
Laporan tahun juga pun meningkat tetapi jumlahnya hanya 155 persen.
Laporan
tersebut seperti dikutip PULSA dari Cnet berdasarkan analisa dari 1,85
juta aplikasi ponsel dan meliputi berbagai sistem operasi.
Sebagai pemangku pangsa pasar terbesar sistem operasi mobile, Android menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan cyber untuk mencari keuntungan dengan memanfaatkan kesalahan penggunanya dari pada hanya sekedar meretas sistem.
Menurut Juniper, alasan lain mengapa para pelaku kriminal cyber memilih android adalah mayoritas penggunanya belum memperbarui perangkat mereka ke versi terbaru. Bulan ini saja hanya 4 persen pengguna Android yang menjalankan OS terbaru. Pengguna Android Ice Cream Sandwich dan Gingerbread, mereka kehilangan update keamanan baru dari Google.
Ini
bukan untuk mengatakan bahwa sistem operasi lain tidak rentan, Juniper
memperingatkan bahwa semua sistem operasi bisa menjadi korban termasuk
iOS Apple.
"Eksploitasi
Teoritis untuk iOS telah dibuktikan, serta metode untuk menyalipkan
aplikasi berbahaya ke iOS App Store. Tapi penjahat cyber mengalihkannya
dari produk Apple ke Google Android yang lebih menguntungkan ," tulis laporan Juniper. "Ini tidak berarti bahwa iOS lebih aman daripada Android."
Serangan
aplikasi jahat yang paling banyak atau mencapai 48 persen adalah
menggunakan SMS Trojans, dimana pengguna dikibuli dengan
memerintahkannya mengirim SMS ke nomor yang telah diset oleh si
penjahat. Selebihnya 29 persen dari file instalasi palsu, dan 19 persen
dari penyusupan.
sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar